Bayar Pemandu Karaoke Dengan Uang Palsu

Jajaran Polres Semarang berhasil membekuk tiga pria yang diduga sebagai sindikat pengedar uang palsu. Dari tiga tersangka, polisi menyita uang palsu senilai Rp 3 juta.

Pemandu Karaoke

Peredaran uang palsu tersebut berawal dari tersangka bernama Suratno dan Bejo menerima tawaran dari tersangka Rosid untuk ikut berbisnis uang palsu LA (layak edar). Suratno yang setuju dengan tawaran itu lalu menitipkan uang asli Rp 2 juta ke istrinya untuk diserahkan kepada Bejo.

Dari tangan Bejo terkumpul uang patungan Rp 4 juta dari Suratno dan dia sendiri. Setelah itu tersangka Rosid mengantarkan Bejo ke wanita bernama Inul di Boyolali untuk menukarkan uang asli dengan uang palsu.

“Namun stok upal di sana terbatas, maka hanya Rp 3,5 juta uang asli yang dibelanjakan. Dari sana mereka mendapatkan upal LA Rp 7 juta pecahan Rp 50 ribu,” kata Kanit Idik III, Aiptu Bambang di Mapolres Semarang, Jumat (19/10/2012).

Menurut informasi, Inul memperoleh upal dari seseorang dengan panggilan Nang yang masih diselidiki oleh polisi hingga saat ini. Dari Inul uang palsu senilai Rp 7 juta itu dipotong Rp 2,2 juta untuk dibagikan kepada suaminya, seseorang berjulukan lurah, dan Rosid sebagai makelar. Rosid mendapatkan Rp 700 ribu upal dari Inul.

Selanjutnya tersangka Bejo mendapatkan upal senilai Rp 4,8 juta dan memotongnya Rp 500 ribu untuk diberikan kepada Rosid. Kemudian sisanya ia bagi kepada Suratno sebesar Rp 2,2 juta.

Di tangan Suratno, upal senilai Rp 1 juta ia gunakan untuk berfoya-foya di karaoke di daerah Bandungan, Kabupaten Semarang. Terbongkarnya kasus peredaran uang palsu terungkap dari kasir karaoke setelah menerima uang dari Suratno.

“Kami berhasil membongkar kasus tersebut dari informasi pemandu karaoke,” pungkas Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Agus Puryadi.

Sementara itu dari tangan tersangka Rosid disita upal senilai Rp 800 ribu sedangkan sisanya menurut pengakuan Rosid sudah dibelanjakan di berbagai warung. Berbeda dengan Rosid, tersangka Bejo mengaku uang yang ada di tangannya sudah ia buang di sungai.

“Menurut pengakuan Bejo, uang dibuang ke Sungai,” imbuh Aiptu Bambang.

“Ciri uang palsu halus, diterawang tidak tembus seperti uang asli,” tandasnya.

Akibat perbuatannya tersebut tersangka dikenakan Pasal 245 jo 55 (1) KUHP karena secara bersama-sama melakukan peredaran uang kertas palsu dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Hingga saat ini polisi masih melakukan pengembangan kasus untuk menyelidiki identitas Inul, suaminya, seseorang berjulukan lurah dan orang yang diduga menjadi ujung peredaran, Nang.

sumber : detik

author
"Berilah seseorang ikan, kau akan memberinya makan sehari. dan Ajarilah ia memancing, kau akan memberinya makan selamanya."

Related Post "Bayar Pemandu Karaoke Dengan Uang Palsu"

Mengusir Stres dengan Berkaraoke
Siapapun kita, tidak menutup kemungkinan terkena wabah
Memilih Amplifier yang Tepat dan Berkualitas
Banyak jenis Amplifier yang beredar dipasaran, tentunya
Amplifier DX-288 G3, Pilihan Bijak untuk Koneksi Internet
Better Music Builder semakin memantapkan posisinya sebagai
Inovasi Baru Browsing Internet dengan VOD-600 Hard Disk Drive Video Player
Kemajuan teknologi membuat kita semakin pintar memanfaatkan

Leave a reply "Bayar Pemandu Karaoke Dengan Uang Palsu"

[+] kaskus emoticons